Dalam dunia konstruksi modern, pemilihan material lantai yang ringan namun memiliki kapasitas beban yang tinggi menjadi prioritas utama. Nusafloor, sebagai inovasi panel lantai dari bahan kalsium silikat, hadir menjawab tantangan tersebut. Salah satu aspek krusial yang perlu dipahami adalah performanya terhadap beban tetap atau dead load.
Apa Itu Beban Tetap pada Struktur?
Beban tetap adalah beban gravitasi yang berasal dari berat sendiri material struktur dan elemen-elemen yang terpasang secara permanen pada bangunan. Dalam konteks penggunaan Nusafloor, beban tetap meliputi:
- Berat panel Nusafloor itu sendiri
- Material finishing (keramik,granit,paket atau vinly)
- Adukan semen (scread) penutup
- Dinding penyekat yang berdiri diatas lantai

Keunggulan Nusafloor dalam Menahan Beban
Nusafloor dirancang dengan teknologi autoclaved, yang menghasilkan kepadatan tinggi namun tetap menjaga fleksibilitas material. Berikut adalah alasan mengapa Nusafloor unggul dalam menahan beban tetap:
- Rasio Kekuatan terhadap Berat yang Tinggi Meskipun memiliki bobot yang jauh lebih ringan dibandingkan beton konvensional, Nusafloor mampu menahan beban hingga ratusan kilogram per meter persegi. Hal ini mengurangi total beban mati pada struktur utama (balok dan kolom) bangunan.
- Ketahanan Terhadap Deformasi (Lendutan) Material kalsium silikat memiliki modulus elastisitas yang stabil. Pada pembebanan tetap jangka panjang, Nusafloor menunjukkan tingkat pemulihan yang baik dan minim risiko lendutan permanen, asalkan dipasang sesuai jarak tumpuan rangka baja yang direkomendasikan.
- Distribusi Beban yang Merata Dengan sistem pemasangan menggunakan sekrup khusus pada rangka besi atau baja, beban tetap didistribusikan secara merata ke seluruh struktur rangka, mencegah terjadinya titik tekan tunggal yang berisiko merusak panel.
Faktor Pendukung Kekuatan Beban Tetap
Kekuatan Nusafloor dalam menahan beban tetap sangat bergantung pada presisi rangka penyangga. Penggunaan rangka besi CNP, UNP atau rangka besi hollow dengan spesifikasi yang tepat sangat menentukan apakah panel dapat berfungsi maksimal tanpa retak.

Selain itu, proses pengisian sela (jointing) antar panel menggunakan material sealant atau semen instan khusus akan membantu menciptakan satu kesatuan lantai yang kaku (rigid), sehingga beban tetap dari perabotan atau dinding di atasnya dapat ditopang dengan sempurna.
